Tuesday, December 28, 2010

Ikhlas Itu Indah

Hujan rintik-rintik membasahi bumi, udara berhembus terasa segar. Seorang pemuda telah selesai menunaikan sholat dzuhur berjamaah di masjid. Pandangannya menyapu ke arah halaman masjid, tidak jauh darinya ada seorang perempuan tua yang duduk ditengah lapangan menarik perhatiannya. Tiba-tiba sebuah tas kecil dari tempat nenek itu terbang tertiup angin kencang. Segera pemuda itu memperhatikan teriakan nenek itu minta tolong, ingin tasnya diambilkan.
Merasa terpanggil pemuda itu segera berlari mengejar tas kecil, terlihat tas itu telah melesat jauh, dia berlari dengan terengah-engah kelelahan. Berlarilah pemuda itu sekuat tenaga dan tas kecil itu berhasil juga dipegangnya. Nampak keringat bercucuran, dengan hati penuh kebahagiaan dia berlari kecil mengantarkan tas kecil. Terlintas didalam hatinya lelah yang dirasakan tentunya akan disambut dengan senyuman dan ucapan terima kasih sang nenek sudah cukup sebagai balasan atas kebaikan yang telah dilakukannya.
Namun diluar didugaannya, sang nenek segera merebut tas kecil itu dan membalikkan tubuhnya dengan wajah yang cemberut, sepintas seperti marah. Pemuda terkejut bukan main. Jangankan senyuman dan ucapan terima kasih, wajah ramahpun tidak terlihat. Pemuda itu kebingungan. ‘Apa dosaku ya?’ ucapnya lirih. Dia tak bisa bergerak, malu, kesal, kecewa tercampur aduk.
Berkali-kali pemuda istighfar, siang itu dirinya menemukan pelajaran yaitu makna ikhlas. Ya tentang keikhlasan. Keikhlasan berarti tidak pernah berharap apapun, bahkan balasan walaupun berupa senyuman dari yang kita perbuat. Lakukanlah segala perbuatan baik semata-mata karena Allah. Itulah yang disebut dengan ikhlas. Siang itu dihalaman masjid, pemuda itu mendapatkan pelajaran bahwa ikhlas itu indah.
‘Dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka, tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakan.’ (QS. At-Thuur : 21).

Cerita Motivasi - Helang

Sahabat sekalian, dalam mengarungi kehidupan ini, adakalanya kita dihadapkan pada badai kehidupan. Ada hal yang dapat kita ambil pelajaran dari seekor elang.

Elang mampu terbang tinggi dengan melewati angin yang kencang dan badai menerpanya. Apakah sahabat tau apa yang dilakukan elang saat badai menghampirinya? Ada hal yang menarik disini yang dapat kita pelajari.

Elang akan terbang ke tempat yang tinggi dan menunggu angin dan badai sambil membuka lebar-lebar sayapnya. Ketika badai datang, maka angin akan mengambil dan mengangkat tubuh elang ke atas badai. Sementara badai mengamuk di bawah, elang ini melonjak di atasnya.

Elang tidak luput badai. Ini adalah cara sederhana untuk memanfaatkan badai untuk mengangkat tubuhnya lebih tinggi. Elang terbang tinggi bersama angin yang membawa badai.

Ketika badai kehidupan datang kepada kita – dan kita semua akan mengalami
seperti yang elang alami – kita dapat naik di masalah dengan menetapkan pikiran kita dan keyakinan kita bahwa kita akan melewati masalah itu. Badai tidak harus kita atasi. Tapi kita punya pilihan untuk memanfaatkan masalah untuk meningkatkan kualitas kita.

Masalah bukanlah beban yang memberatkan kehidupan kita, namun ini adalah pelajaran dan pendidikan dari Allah, ini adalah cara untuk menaikkan kualitas kita. dan pelajaran bagaimana menangani masalah dengan berbekal keyakinan dan kemantapan hati. Bukan dengan keputusasaan dan ketakutan. Tidaklah masalah menimpa suatu kaum, melebihi kemampuan kaum itu.

Saat masalah itu datang, lebarkan hati dan katakan, selamat datang masalah.

Saturday, November 20, 2010

Panduan Untuk Membina Kuasa Diri

1. Pegang teguh pada hak manusia. Selalu pertahankan hak orang lain, termasuk hak orang yang anda tidak setujui. Selalu ingat anda tidak perlu bertengkar untuk mempertikai seseorang.
2. Sentiasa hormati harga diri setiap orang. Melayan setiap orang dengan baik. ( every woman like a lady, every man like a gentleman)
3. Amalkan kata-kata hikmat yang diberikan kepada semua orang.
4. Selalu tunjukkan keperihatinan yang mendalam kepada kebajikan manusia.
5. Selalu tunjukkan kesungguhan melayan setiap orang dengan baik seolah-olah mereka sedarah sedaging.
6. Bersikap ramah terhadap kenalan baru.
7. Jangan pentingkan diri dan bangsa.
8. Menerima kesilapan serta kelemahan watak orang disekeliling anda.
9. Kekalkan keinginan sihat, cergas bersemangat dan aktif.
10. Jangan jemu mencari pengalaman
11. Bersikap terbuka terhadap perkara yang remeh
12. Pastikan anda membantu semua orang pada bila-bila masa, di mana saja, dan bagaimana carapun.
13. Cari kualiti dalaman yang menjadikan seseorang bukan menilainya dari luaran.
14. Sedar bahawa perbuatan yang tidak dapat anda lakukan tidak menjadikannya tugas yang mustahil dibuat.
15. Terima perkara yang anda tidak dapat ubah, tetapi bersikap berani mengubah perkara yang dapat anda ubah. Perlu bijak membezakannya.
16. Jangan harapkan kesamaan pendapat atau cuba menyamakan perbezaan.
17. Jangan bandingkan keseronokan orang lain dengan ukuran anda.
18. Selalu berikan teladan untuk diikuti.
Related Posts with Thumbnails